Di bawah ini ada beberapa puisi yang bisa dibilang gagal karena gua bikinnya agak dengan mata ngantuk abis itu langsung di save-save aja dan gatau ini kapan bikinnya. Kalo liat tanggal sih udah sekitaran kurang lebih tujuh bulan lalu pas pelantikan lololol. Dan gatau kenapa bisa bikin puisi yang mungkin gak begitu ancur.
Enjoy :D
MAWAR MERAH
Mawar merah itu sederhana,
Pertanda lambang cinta
seluas angkasa,
Sederhana untuk
mengungkapkan,
Sederhana untuk memberi.
Mawar merah itu perlambang
cinta,
Cinta sejati dan murni.
Tulus bagaikan kasih putih.
Berarti bagai lembaran
puisi.
Mawar merah itu penuh duri,
Perlambang kasih juga
dendam.
Kadang membuat kita terlena,
Sehingga lupa mana yang
tulus mana yang hanya sebatas fana.
Jakarta, 16 Agustus 2015
H-1 Lalinju.
Deandra Z.
RAIB ENTAH KEMANA
Aku teringat bayangannya,
Yang pergi begitu saja.
Sebelum malam menyambut.
Setelah mentari tergelincir.
Tak ada sepatah katapun yang
keluar,
Atau terlantun dari bibir
manisnya.
Yang selama ini selalu
tertawa,
Dan menyebut kata-kata indah
itu.
Rindu ini bagaikan metafora.
Yang keluar hanya dari
angan-angan saja.
Yang terasa sebatas
khayalan.
Namun aku tahu itu ada.
Dan rasanya sulit ditepis.
Ini bukan hanya sekedar
khayalan.
Bukan hanya sebatas alam
bawah sadar.
Ini bukan imajinasi.
Ini nyata, dan kubuktikan
itu sendiri.
Dia memang pernah ada.
Namun kini yang ada hanyalah
kenangan.
Dia memang pernah menetap,
Namun kini dia pergi.
Dia memang pernah hadir,
Namun kini dia telah raib
entah kemana.
Jakarta, 17 Agustus 2015.
(Lalinju + Independence Day)
Deandra Z.
Scene One
We're just a lost soul
Wandering miles away, from
dreams.
We're just a broken mind
Rewinding between bad and
goods.
Lost in one billion miles
from reality.
d. z
