Senin, 04 April 2016

Nothing But Poems

I couldn't resist my mind to pour the ideas to fill the blog so sorry by the way. And congratulations to Belieber and the one and only Justin Bieber for winning the iHeart Radio categorize Best Fan Army!

Di bawah ini ada beberapa puisi yang bisa dibilang gagal karena gua bikinnya agak dengan mata ngantuk abis itu langsung di save-save aja dan gatau ini kapan bikinnya. Kalo liat tanggal sih udah sekitaran kurang lebih tujuh bulan lalu pas pelantikan lololol. Dan gatau kenapa bisa bikin puisi yang mungkin gak begitu ancur.

Enjoy :D

MAWAR MERAH


Mawar merah itu sederhana,
Pertanda lambang cinta seluas angkasa,
Sederhana untuk mengungkapkan,
Sederhana untuk memberi.

Mawar merah itu perlambang cinta,
Cinta sejati dan murni.
Tulus bagaikan kasih putih.
Berarti bagai lembaran puisi.

Mawar merah itu penuh duri,
Perlambang kasih juga dendam.
Kadang membuat kita terlena,
Sehingga lupa mana yang tulus mana yang hanya sebatas fana.

Jakarta, 16 Agustus 2015
H-1 Lalinju.

Deandra Z.

RAIB ENTAH KEMANA

Aku teringat bayangannya,
Yang pergi begitu saja.
Sebelum malam menyambut.
Setelah mentari tergelincir.

Tak ada sepatah katapun yang keluar,
Atau terlantun dari bibir manisnya.
Yang selama ini selalu tertawa,
Dan menyebut kata-kata indah itu.

Rindu ini bagaikan metafora.
Yang keluar hanya dari angan-angan saja.
Yang terasa sebatas khayalan.

Namun aku tahu itu ada.
Dan rasanya sulit ditepis.
Ini bukan hanya sekedar khayalan.
Bukan hanya sebatas alam bawah sadar.
Ini bukan imajinasi.

Ini nyata, dan kubuktikan itu sendiri.
Dia memang pernah ada.
Namun kini yang ada hanyalah kenangan.

Dia memang pernah menetap,
Namun kini dia pergi.
Dia memang pernah hadir,
Namun kini dia telah raib entah kemana.

Jakarta, 17 Agustus 2015.
(Lalinju + Independence Day)

Deandra Z.

Scene One

We're just a lost soul
Wandering miles away, from dreams.

We're just a broken mind
Rewinding between bad and goods.
Lost in one billion miles from reality.

d. z

Minggu, 03 April 2016

SAKSI 2016

Halo, sebelumnya gue-- Deandra mau ngenalin diri dulu dibalik dinding virtual ini.

Nama gue Dea dan panggil aja Dea. Dan kali ini gue mau berbagi sedikit dari apa yang pernah gue alamin dua bulan belakangan. Tapi sebelumnya, maaf banget kalo misalkan yang baca ada dari salah satu temen sekolah gue dan mungkin mikir kenapa gak SAKSI 2015 aja? Gue jawab ya, soalnya gue gak punya fotonya. Dan biar dokumennya lengkap jadi sekalian 2016 aja ya pas juga soalnya pas itu gue jadi sie. dokum juga.

Dan, disini gue berperan jadi kakak OSIS-nya.


Let's get started!

SAKSI itu apa, sih?

SAKSI itu akronim dari Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia. Pesertanya itu terdiri dari siswa/i kelas 7 SMP Labschool Jakarta (Rawamangun) atau biasanya dikenal sama nama labsraw. Disini mungkin gue bakalan manggil sekolah gue dengan sebutan labsraw aja.

Kalo Siswa Indonesia kenapa yang ikut Labschool aja?

Gimana ya, gue juga kurang tau tapi yang gue tau pasti sih SAKSI ini program bentukannya labsraw. Dan waktu gue jadi pesertanya tahun lalu, itu SAKSI yang ke tiga belas berarti SAKSI XIII. Dan tahun ini yang ke empat belas.

Oke, mulai dari sini, mulai jadi alinea gue ngejelasin SAKSI melalui Point of View gue ya.

Jadi, sebelumnya kita itu ngikutin pra-kegiatan atau pra-saksi. Pra-SAKSI itu semacam training sebelum SAKSI benerannya. Di pra-SAKSI itu ada pemberian materi, briefing sama olahraga. Yang bikin bahagia, tiga hari pra-SAKSI, peserta sama OSIS gak ikut KBM. Hore, bahagia.

Salah satu ketua OSIS gua pas pra-SAKSI. Ini pas lagi
ngecat tongkat.

Nah ini kegiatan ngecat tongkat dibantu sama OSIS
yang kebetulan jadi KP kelompok

Kalo ini kegiatan lari pagi pas pra-SAKSI

Yang ini pas pemberian materi dari BNN

Terus lanjut ke SAKSI.

Hari pertama, kan berangkat. Ada apel pemberangkatan, terus berangkat naik tronton ke Gunung Bunder. Disitu, ada salah satu markas TNI-AD gue lupa disebut apa. Abis itu, ada apel lagi buat kedatangan. Disini, di Gunung Bunder, lebih  cape lagi. Dulu, pas gue SAKSI di Sanggabuana cuman naik 252 anak tangga pas dateng. Tapi, kalo disini kita nanjak tiap kali mau acara karena posisi acaranya itu ada di aula dan nanjaknya itu dua kali. Yang pertama, nyampe ke lapangan utama abis itu nanjak lagi. Itu gue yakin pahanya ngecil dah tiga hari bolak-balik nanjak.

Ini salah satu KP. Diantara dua, yang kanan itu anak akselerasi.
Jadi dia lepas jas perpisahan waktu SAKSI.

Terus, ada materi ular kaya cara kita kalo ngeliat ular, harus diapain atau hubungin siapa dari SIOUX Snake Rescue atau SSR. Setelah itu, adalagi pameran busana daerah dari siswa/i kelas 7-nya. Tapi disini, while kita semua nungguin yang mau meragain busana, ada beberapa OSIS yang sok-sokan jadi model buat ngehiasin acara biar gak begitu garing dan kelamaan.

Dilanjutin makan komando (makom) terus acara malem dan tidur.

Besoknya, kita outbound. Itu seru banget, ada banyak pos-pos. Salah satunya lempar kapak sama pisau terus flying fox. Tapi flying foxnya juga gak se-asik Sanggabuana. Kalo di Sanggabuana, flying foxnya bikin tegang, jantungan. Soalnya yang di Sanggabuana itu curam banget trus bawahnya sungai yang arusnya lumayan lah terus dia kemiringannya itu kalo gua kira-kirain 70 derajat lah dan tinggi banget.
Ini juga salah satu KP sama pengawas kegiatan SAKSI dari MPK


Abis itu ada jalan-jalan ke curug tapi sayang gue gak ikut karena sakit jadi gue tinggal di barak bareng temen gue anak MPK.

Terus besoknya apel abis itu balik ke Labschool.

Buat yang mau liat videonya bisa akses ke youtube partner dokumentasi gue namanya anya.

Ya, gue rasa gue nyampein itu aja hari ini lain kali gue nge-post hal-hal lagi deh yang mungkin bakalan lebih menarik.